Diseminasi Zona Integritas BSrE bersama Inspektorat BSSN

Jumat (11/09/2020), dalam rangka melaksanakan program Reformasi Birokrasi di lingkungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Zona Integritas yang dilaksanakan secara virtual. Kegiatan ini diberi nama “DISINFEKTAN BSrE” yang merupakan akronim dari “Diseminasi Zona Integritas Secara Fun dan Seru untuk Internal BSrE.” Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Proteksi, narasumber dari Inspektorat BSSN, pejabat struktural dan seluruh pegawai BSrE, serta mahasiswa Politeknik Siber dan Sandi Negara yang mengikuti kegiatan PKL di BSrE.

Kegiatan DISINFEKTAN BSrE diawali dengan sambutan oleh Rinaldy selaku Kepala BSrE. Dalam sambutannya, ia menyampaikan beberapa hal terkait program yang telah dilakukan oleh BSrE untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dalam rangka persiapan menuju penilaian Zona Integritas yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Kemudian, sambutan berikutnya dari Akhmad Toha selaku perwakilan Deputi Bidang Proteksi BSSN. “BSrE selaku unit percontohan BSSN dalam kegiatan penilaian Zona Integritas ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memaksimalkan layanan dan meningkatkan citra publik pada BSSN. Dengan nilai-nilai yang telah dicanangkan diharapkan BSrE mampu menjadi layanan terdepan dalam penyelenggaraan sertifikasi elektronik,” pungkas Akhmad Toha.

Acara inti pada kegiatan DISINFEKTAN BSrE ini yaitu paparan dari Imam Mahdi, selaku perwakilan Inspektorat BSSN yang menjadi narasumber pada kegiatan ini. Tema yang ia sampaikan yaitu “Menjaga Integritas Menuju Pelayanan Berkualitas.” Ia menjabarkan mengenai urgensi penegakkan integritas dan langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan oleh BSrE dalam membangun zona integritas, antara lain:

  1. Mematangkan komitmen pimpinan menuju Zona Integritas;
  2. Memberikan kemudahan pelayanan;
  3. Program yang menyentuh masyarakat (hadir di publik);
  4. Mengembangkan manajemen media yang sudah dimiliki; dan
  5. Melakukan monitoring dan evaluasi.

Imam Mahdi menyampaikan pula terkait hakekat pembangunan Zona Integritas yang memililiki beberapa proses. Proses-proses tersebut antara lain pencanangan, pembangunan, pengusulan, review Tim Penilai Nasional (TPN) dan penetapan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

DISINFEKTAN BSrE diakhiri dengan kegiatan penandatanganan Pakta Integritas secara virtual menggunakan produk tanda tangan digital BSrE oleh seluruh pegawai BSrE mulai level Kepala unit kerja hingga level pramubakti dan resepsionis. Kegiatan ini memanfaatkan layanan aplikasi SIPBOS yang dikembangkan BSrE. Kegiatan penandatanganan pakta integritas online ini menjadi yang pertama di Indonesia yang dilaksanakan dengan menggunakan tanda tangan digital menggantikan tanda tangan manual yang dilakukan secara paralel oleh pejabat struktural dan pegawai BSrE. Hal ini merupakan wujud nyata BSrE dalam menunjukkan kesiapannya sebagai unit percontohan di lingkungan BSSN untuk mendukung program reformasi birokrasi melalui pembangunan zona integritas.