Membuat Tanda Tangan Menggunakan Adobe Acrobat

Sebelum memulai tanda tangan elektronik, penandatangan harus sudah memiliki dulu sertifikat elektronik. sertifikat elektronik ini yang menjadi pena/pulpen tanda tangan elektroniknya. Lebih lanjut sertifikat elektronik itu seperti apa, bisa dibaca di postingan saya yang berjudul “Apa itu Sertifikat Elektronik ?

Tahapan Tanda Tangan Elektronik di Adobe
Membuat spesimen tanda tangan
caranya :

  1. Buka Adobe
  2. Pilih menu Edit

  1. Pilih Signatures –> Creation&Appearance klik More.
  1. Pilih New
  1. Untuk tampilan spesimen ada pilihan yang bisa dipilih
    • No graphic
    • Imported graphic, dengan gambar, bisa tanda tangan basah yang discan atau lainnya. Yang perlu diperhatikan gambar di convert ke format extensi .pdf
    • Name, ini sesuai format bawaan adobe, untuk tampilan bisa diatur pada Configure Text
  1. Klik OK

Setting Time Stamp Authority (TSA)

Cara Setting TSA di Adobe
  1. Buka aplikasi Adobe 
  2. Pilih menu Edit –> Preferences
  1. Pilih Signatures, Document Timestamping –> Klik tombol More
  1. Pilih New, Masukan Nama dan URL Server TSA, misal http://ts.ssl.com, selanjutnya klik OK dan Set Default

Tanda Tangan Elektronik

  1. Pilih Tools, Certificates

  1. Pilih Dokumen yang akan di tanda tangani secara elektronik
  2. Pilih Digitally Sign
  1. Drag lokasi spesimen
  1. Pilih sertifikat elektronik yang digunakan untuk menandatangani, selanjutnya klik Continue
  1. Pilih spesimen yang akan ditampilkan, selanjutnya pilih Sign
  1. Pilih lokasi penyimpanan dokumen yang sudah di tanda tangani secara elektronik. Klik Save
  1. Hasil Tanda Tangan Elektronik dan validasinya

Jenis Tanda Tangan Elektronik

Jenis tanda tangan elektronik. Menurut PP No 71 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik Pasal 60 ayat 2 ada 2 jenis tanda tangan elektronik yaitu:

  1. Tanda tangan elektronik tersertifikasi
  2. Tanda tangan elektronik tidak tersertifikasi

Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi sebagaimana dimaksud adalah menggunakan Sertifikat Elektronik yang dibuat oleh jasa Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Indonesia dan dibuat dengan menggunakan Perangkat Pembuat Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi. Daftar Penyelenggara Sertifikasi Elektronik bisa di lihat di https://tte.kominfo.go.id/listPSrE/_

Sedangkan Tanda Tanda Tangan Elektronik tidak tersertifikasi adalah dibuat tanpa menggunakan jasa Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Indonesia. Contohnya QRCODE, BARCODE, Tanda tangan basah discan, pensil scanner, dll

Jadi,  kata kunci yang membedakan kedua tanda tangan tersebut adalah Sertifikat Elektronik dan Jasa Penyelelenggara Sertifikasi Elektronik. 

Tanda Tangan Elektronik yang memenuhi persyaratan  kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah yaitu :

  1. Data Pembuatan Tanda Tangan Elektronik terkait hanya kepada Penanda Tangan;
  2. Data Pembuatan Tanda Tangan Elektronik pada saat proses penandatanganan elektronik hanya berada dalam kuasa Penanda Tangan;
  3. Segala perubahan terhadap Tanda Tangan Elektronik yang terjadi setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;
  4. Segala perubahan terhadap Informasi Elektronik yang terkait dengan Tanda Tangan Elektronik tersebut setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;
  5. Terdapat cara tertentu yang dipakai untuk mengidentifikasi siapa Penanda Tangannya; dan
  6. Terdapat cara tertentu untuk menunjukkan bahwa Penanda Tangan telah memberikan persetujuan terhadap Informasi Elektronik yang terkait.

Dari persyaratan diatas yang memenuhi yaitu menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi menggunakan sertifikat elektronik. Untuk tanda tangan elektronik tidak tersertifikasi mudah untuk dilakukan pemalsuan, sulit mengetahui perubahan terhadap informasi elektronik dan waktu penandatanganan.

Tanda Tangan Elektronik

Pada era digital seperti sekarang ini, penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) sangat penting dilakukan di setiap transaksi elektronik pada setiap instansi atau organiasasi. Seperti halnya beberapa waktu lalu Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah mulai merencanakan untuk menggunakan TTanda Tangan Elektronik (TTE) pada seluruh dokumen administrasi pada setiap instansi dibawah Kemendagri. Penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) ini mendapat sambutan dan dukugan penuh dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Selain mendapat dukungan dari BSSN, penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) ini, juga mendapat dukungan dari Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), dengan memastikan penerapannya secara nasional asalkan merancang aturan pelaksana dari undang-undang yang saat ini sudah ada.

Seperti yang dikutip dari JawaPos.com Kepala BSrE Rinaldy mengatakan, sebagai dasar hukum, Tanda Tangan Elektronik sudah dilindungi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu, pemerintah sudah memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. “Di UU ITE sudah dinyatakan bahwa Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama persis dengan tanda tangan biasa,”(27/11/2018)

Kenapa Perlu Menggunakan Tanda Tangan Elektronik ?

Dengan menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) pastinya akan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Seperti kemudahan dalam mengakses dokumen, menghemat waktu, keamanan terjamin, paperless (tidak menggunakan kertas), dapat mengurangi kehilangan data (dokumen) dan masih banyak lagi.

Sebagai contohnya masyarakat dalam hal pengurusan dokumen di suatu instansi, dengan menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE), nantinya pelayanan dokumen dan transaksi elektronik akan lebih cepat dan mudah tanpa harus menunggu kehadiran penandatangan di kantor.

Syarat keabsahan Tanda Tangan Elektronik (TTE)

Keabsahan atau autentikasi suatu dokumen yang dihasilkan dari transaksi elektronik adalah hal yang mutlak diperlukan, karena tanpa adanya keabsahan dokumen tentunya dokumen tersebut sama seperti dokumen-dokumen biasa lainnya. Untuk itu, dokumen yang ingin mendapatkan seretifikasi keabsahannya harus melalui instansi resmi yang ditunjuk oleh pemerintah, salah satunya adalah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE).

Dengan sertifikasi melalui badan resmi milik pemerintah, dipastikan dokumen yang sudah menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) sudah kuat dimata hukum.

Seperti dikutip dari jpnn.com (29/11/2018) Rinaldy, S.Sos., M.T.I.,Kepala Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) mengatakan bahwa tanda tangan tersertifikasi BSrE sudah bisa diterapkan oleh kementerian, lembaga, atau instansi mana pun di Indonesia. Tapi, tetap butuh aturan turanan dari peraturan yang sudah ada saat ini. Termasuk di antaranya apabila Tanda Tangan Elektronik akan diterapkan untuk urusan hukum. Harus ada aturan dari penegak hukum atau lembaga peradilan yang menggunakannya.

Dan pastinya, Tanda Tangan Elektronik (TTE) ini akan segera diimplementasikan oleh pemerintah pada tahun 2019 ini.

Bagaimana dengan Instansi/Organisasi anda, apa sudah menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) ?

Sumber : http://integrasolusi.com/blog/2019/05/03/tanda-tangan-elektronik-tte-di-era-digital/

Tanda Tangan Digital vs Tanda Tangan Elektronik

Penggunaan teknologi informasi berbasis sarana elektronik dalam transaksi secara elektronik diyakini memberikan dampak yang positif bagi pelaku bisnis terutama dalam hal kecepatan dan kemudahan melakukan transaksi dalam interaksi global tanpa batasan tempat dan waktu. Berkaitan dengan hal tersebut, kebutuhan akan kerahasiaan informasi serta penjagaan atas keaslian suatu informasi pun semakin meningkat sehingga Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Undang- undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Teknologi Elektronik (selanjutnya disebut UU 11/2008). Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam transaksi elekronik adalah implementasi tanda tangan digital (digital signature) yang bertujuan untuk melegalisasi dokumen/hasil dalam suatu transaksi elektronik. Terkait dengan hal tersebut UU 11/2008 mengatur autentikasi hak dan kewajiban dalam sebuah dokumen elektronik yang ditandatangani secara  digital (digital signature).

Tanda tangan digital dan tanda tangan elektronik merupakan dua hal yang berbeda. Perbedaan ini terlihat dengan jelas, dari segi keamananannya, keaslinannya, keabsahannya dan kerahaisaan data pemilik tanda tangan. Namun, pada kenyataannya masih banyak yang salah dalam mendefinisikan dan mengartikan dua hal tersebut.

Definisi

Tanda tangan digital : tanda tangan elektronik yang digunakan untuk membuktikan keaslian identitas si pengirim dari suatu pesan atau dokumen. Selain itu, tanda tangan digital merupakan tanda tangan elektronik yang telah tersertifikasi.

Tanda tangan elektronik : Tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi. Menurut Undang-Undang Republik Inndonesia Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kegunaan

Tanda tangan digital : mengamankan pesan atau dokumen dari pihak yang tidak berhak atau berwenang. mengamankan data sensitif, menguatkan kepercayaan signer dan mendeteksi upaya perusakan.

Tanda tangan elektronik : mengidentifikasi orang yang masuk, menunjukkan maksud dan persetujuannya.

Keamanan

Tanda tangan digital : menjaga kerahasiaan, menjamin keutuhan,  memastikan keaslian identitas pengirim, dan mencegah penyangkalan terhadap identitas pengirim pesan atau dokumen yang telah ditandatangani. Pengamanan yang ada pada tanda tangan digital adalah menggunakan enkripsi

Tanda tangan elektronik : tanda tangan kertas dan terdiri dari konsep hukum. Komponen tanda tangan elektronik berupa penangkapan internet, otentikasi data, metode penandatanganan, otentikasi pengguna. Tanda tangan elektronik tidak menggunakan enkripsi.

Source: https://id.esdifferent.com/difference-between-digital-signature-and-electronic-signature

_afnr_